Dampak Zat Kimia dalam Makanan Kemasan Bagi Kesehatan Tubuh

 Zat Aditif pada Makanan Kemasan

 

Manusia butuh makanan untuk kelangsungan hidupnya, sehingga makanan menjadi hal pokok pertama dalam kehidupan. Semakin majunya peradaban manusia di dunia membuat pengemasan makanan juga ikut berkembang, yang semula hanya menggunakan bahan dari alam seperti daun, bambu, kulit kayu, dan sebagainya jadi beralih menggunakan plastik. Kemasan pada makanan selain berfungsi sebagai pelindung dari cuaca dan faktor buruk dari luar adalah untuk mengetahui informasi komposisi dan kandungan gizi.

Sifat makanan kemasan yang praktis dan tahan lama membuat makanan di dalamnya harus diberi zat-zat kimia tambahan. Selain itu, zat-zat tersebut berguna untuk mengubah warna atau menambah rasa makanan. Masalahnya, sebagian besar bahan kimia merupakan senyawa sintetis dengan beberapa efek negatif bagi kesehatan. Berikut adalah delapan zat aditif yang umum ditemui dalam makanan kemasan yang perlu di hindari.

  1. Pemanis buatan. Aspartam adalah jenis pemanis buatan yang sering ditemukan dalam makanan kemasan berlabel "diet" atau "bebas gula". Konsumsi aspartam yang berlebihan bisa menghasilkan efek neurotoksik seperti pusing, sakit kepala, kebingungan mental, migrain, dan kejang.
  2. Sirup jagung fruktosa tinggi atau High Fructose Corn Syrup. Pemanis buatan ini bisa ditemukan di hampir semua makanan olahan. Efek samping dari konsumsi sirup jagung fruktosa tinggi adalah perkembangan diabetes dan kerusakan jaringan.
  3. Monosodium glutamat. MSG adalah asam amino yang digunakan sebagai penambah rasa dalam sup, saus salad, kentang goreng, dan masih banyak lagi. Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi rutin MSG mengakibatkan efek samping, seperti depresi, disorientasi, kerusakan mata, kelelahan, sakit kepala, dan obesitas.
  4. Trans fat atau lemak trans. Lemak trans digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk makanan dan merupakan salah satu zat paling berbahaya yang sering Anda konsumsi. Banyak studi menunjukkan bahwa lemak trans meningkatkan kadar kolesterol LDL sekaligus mengurangi HDL atau kadar kolesterol baik, meningkatkan risiko serangan jantung, penyakit jantung dan stroke, meningkatkan risiko diabetes, peradangan, dan masalah kesehatan lainnya.
  5. Pewarna makanan buatan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pewarna makanan buatan yang ditemukan dalam soda, jus buah, dan salad dressing, bisa menyebabkan masalah perilaku dan penurunan IQ pada anak.
  6. Natrium sulfit. Pengawet ini digunakan dalam pembuatan buah kering. Bagi orang yang sensitif terhadap senyawa ini bisa mengalami sakit kepala, masalah pernapasan, dan ruam. Pada kasus yang parah, natrium sulfit dapat menyebabkan kematian dan serangan jantung.
  7. BHA dan BHT. Hydroxyanisole butylated (BHA) dan butylated hydrozyttoluene (BHT) adalah pengawet yang ditemukan dalam sereal, permen karet, keripik kentang, dan minyak sayur. Efek samping dari senyawa ini menyebabkan kerusakan sistem saraf otak dan kanker.
  8. Sulfur Dioksida. Zat ini sering ditemukan pada buah dan sayuran mentah. Efek samping dari senyawa kimia ini, termasuk masalah bronkial, terutama pada mereka yang rentan terhadap asma, hipertensi (tekanan darah rendah), sensasi kesemutan atau syok anafilaksis.

Bahaya bahan kimia merupakan dampak buruk hasil dari reaksi zat beracun yang jika masuk ke dalam tubuh seseorang dapat menyebabkan kerusakan organ internal. Bahan kimia berbahaya telah ada dan digunakan dalam kehidupan sehari hari dan digunakan mulai dari skala kecil hingga besar. Zat kimia berbahaya bila dikonsumsi secara teratur atau sering, dan berisiko menimbulkan kelainan jaringan tubuh. Maka dari itu cerdaslah dalam memilih makanan kemasan, jika terpaksa tidak bisa menghindari aturlah intensitas dalam mengkonsumsi atau penggunaannya pada makanan.

Komentar